Dompu – Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berkomitmen akan terus menekan harga beras untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
Perihal itu disampaikan Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin usai mengikuti rapat koordinasi daring bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Perum Bulog pada Selasa (16/9/2025).
Dalam rapat koordinasi itu, Kemendagri memberikan atensi kepada Pemda dan Pemkot yang mengalami kenaikan harga beras sesuai hasil Indeks perkembangan harga setiap minggu yang diumumkan saat rakor inflasi diminta dalam minggu ini agar melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Kabupaten Dompu tidak termasuk dalam daerah yang mengalami kenaikan harga beras,” kata Wabup melalui keterangan Prokopim Setda.
Ikut hadir mendampingi Wabup Syirajuddin dalam rakor ini Sekertaris Daerah, Kadis Ketahanan Pangan bersama jajarannya, Kadis Tanbun bersama jajarannya, Camat Dompu, Camat Woja, dan Kabag Ekonomi.
Gerakan pangan murah dilakukan dalam kurun waktu minggu tersebut di titik-titik kecamatan dan segera berkoordinasi dengan Bulog dan didukung oleh Polres dan Kodim setempat untuk teknis pelaksanaannya.
Selain itu, Pemda harus melakukan sosialisasi secara masih kepada seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti dan berbelanja di Gerakan Pangan Murah. Pelaksanaan GPM berdasarkan prosedur yang dalam hal ini sudah berjalan (Bulog, Badan Ketahanan Pangan Nasional, Kementan dan Kemendagri).
Sosialisasi pelaksanaan GPM dilaporkan kepada Kementerian Perdagangan melalui tautan https://bit.ty/Pelaporan GPM_M2September paling lambat hari minggu tanggal 21 September pukul 13.00 Setempat. (Prokopim/*)







