Dompu – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dompu, melakukan monitoring pada delapan kepala keluarga (KK) calon keluarga penerima manfaat (KPM) program Desa Berdaya di Desa Saneo, Kecamatan Woja.
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Dompu, Ilham dan Suherman, bersama sejumlah staf, melaksanakan monitoring untuk rencana pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) di Desa Saneo pada Sabtu (29/8/2026).
“Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program pembangunan rumah layak huni yang rencananya akan dibangun sebanyak 8 unit di Desa Saneo,” ungkap Suherman pada wartawan.
Dikatakanya, program rumah layak huni merupakan bagian dari program Desa Berdaya yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bazna Dompu ditunjuk sebagai pelaksana lapangan.
“Ini program Pemerintah Provinsi NTB. BAZNAS Dompu diminta untuk memfasilitasi pelaksanaan programnya di lapangan mulai dari survey, monitoring, pelaksanaan hingga evaluasi dan pelaporannya,” jelas Herman.
Program Rumah Layak Huni ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kami memonitoring untuk memastikan kesiapan lokasi, calon penerima manfaat, serta berbagai aspek teknis lainnya sebelum pembangunan rumah dimulai,” ujarnya.
Selain di Desa Saneo lanjut Herman, program Mahyani juga direncanakan dilaksanakan di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, dengan jumlah yang sama yakni sebanyak 8 unit rumah.
BAZNAS Kabupaten Dompu berkomitmen mendukung sinergi dengan pemerintah dalam pelaksanaan program-program sosial kemasyarakatan, khususnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi total ada 16 unit rumah layak huni yang akan dibangun lewat program Desa Berdaya di Kabupaten Dompu,” jelasnya. (Fr)







