Dompu – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi operasional tambang menuju era Smart Mining. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengintegrasian sebuah inovasi teknologi AI Dashboard Automation ke dalam alur kerja dan operasional harian perusahaan.
Penerapan kecerdasan buatan AI ini dirancang untuk memodernisasikan tata kelola data operasional dengan tujuan menggantikan pemrosesan manual yang memakan waktu menjadi sistem analisis otomatis berbasis real-time.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya AMMAN untuk meningkatkan presisi, keselamatan kerja, serta efisiensi di area pertambangan Batu Hijau.
Melalui integrasi AI Dashboard Automation, seluruh aliran data dari lini operasional mulai dari pemantauan alat berat, volume produksi, hingga analisis kondisi lapangan dapat terhimpun dan diolah secara otomatis. Sistem ini menyajikan visualisasi data yang akurat dan mudah diakses oleh unit-unit terkait secara langsung.
“Melalui Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA), AMMAN memanfaatkan lebih dari 25 tahun data operasional untuk membantu menganalisis kondisi pabrik pengolahan secara real-time dan memberikan rekomendasi proses yang lebih optimal. Hasilnya, mineral recovery meningkat sekitar 2,5 persen, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral,” ungkap Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN dalam unggahan pada akun Instagram PT AMMAN.
Integrasi AI Dashboard Automation ini memungkinkan pemantauan performa pertambangan dilakukan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Informasi yang sebelumnya membutuhkan waktu pemrosesan kini tersedia secara instan, sehingga mempercepat koordinasi dan respons antar unit kerja di lapangan.
Jika diamati dalam penerapannya, penggunaan inovasi AI Dashboard Automation ini selain meningkatkan efisiensi waktu, otomatisasi dashboard juga memberikan manfaat secara signifikan bagi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pemeliharaan proaktif.
AI mampu mengidentifikasi potensi anomali atau gangguan teknis lebih awal berdasarkan tren data operasional, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum timbul kendala yang lebih besar.
Integrasi teknologi ini juga memberikan ruang bagi para pengambil keputusan di tingkat manajemen untuk merumuskan langkah strategis berbasis data aktual atau yang disebut sebagai data decision making.
“Karena bagi kami, transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi juga menciptakan cara yang lebih cerdas, efisien, dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam,” tuturnya.
Meski berhasil dalam menerapkan inovasi teknologi, masyarakat yang ada pada lingkar tambang memberikan perhatian dan tanggapan serta masukan untuk PT AMMAN dalam mengintegrasikan teknologi dalam menciptakan industri yang efisien dan berkelanjutan.
Masyarakat menilai langkah pemantauan (dashboard monitoring) berbasis AI yang dilakukan PT AMMAN sudah berada di jalur yang tepat, namun disarankan untuk tidak berhenti hanya pada fungsi pemantauan pasif semata.
Masyarakat berharap inovasi ini terus dikembangkan agar AI tidak sekadar menampilkan data visual, melainkan mampu memberikan tindakan aksi langsung secara otomatis untuk mengoptimalkan kinerja operasional di lapangan.
“Hal yang perlu diperbarui dari inovasi seperti AIDA adalah jangan berhenti sebagai dashboard monitoring. Sistem perlu dikembangkan menjadi closed-loop optimization, yaitu AI membaca kondisi, memberikan keputusan, lalu menyesuaikan parameter operasi secara otomatis dengan tetap berada di bawah pengawasan operator,” ujar salah seorang warga, Gandi Novonsen dalam kolom komentar akun Instagram PT AMMAN.
Selain masukan teknis mengenai pengembangan sistem, masyarakat juga memberikan pandangan positif terkait pentingnya integrasi berbagai teknologi modern di kawasan tambang Batu Hijau tersebut. Warga menilai, pemanfaatan AI yang dipadukan dengan ekosistem digital lainnya bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak untuk menciptakan operasional tambang yang lebih aman, menekan potensi kerusakan alat, hingga menghemat energi.
Masyarakat optimis bahwa langkah transformasi ini akan membawa dampak besar bagi produktivitas serta keselamatan kerja jangka panjang di kawasan pertambangan tersebut.
“Sepemikiran saya, bagaimana operasional Batu Hijau dapat berkembang menuju smart mining. Integrasi AI, IoT, drone, dan sensor real-time menurut saya bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi downtime alat, memantau stabilitas lereng, mengoptimalkan konsumsi bahan bakar, hingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Menurut saya, inovasi seperti ini akan menjadi masa depan industri pertambangan yang lebih aman, produktif dan berkelanjutan,” ungkap seorang warga lainnya.
Langkah PT AMMAN mengadopsi AI Dashboard Automation menegaskan posisinya sebagai salah satu produsen tembaga dan emas terkemuka di Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi Industri 4.0.
Masukan konstruktif serta dukungan dari masyarakat dan pemangku kepentingan ini diharapkan dapat mendorong penerapan teknologi pertambangan yang tidak hanya cerdas dan efisien, tetapi juga senantiasa mengedepankan keamanan dan keberlanjutan. (*)





