Dompu – Kabupaten Dompu memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Dalam dokumen Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Dompu tercatat sekitar 254 jenis kebudayaan.
Ratusan kebudayaan itu terdiri dari 10 jenis Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) sebagaimana amanat UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Dompu, Dedy Arsyk, mengatakan sebagian besar dari 240 kebudayaan tersebut masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Walaupun pembinaan, pengembangan dan perlindungannya belum maksimal dilakukan, namun keberadaannya masih terjaga karena menjadi bagian dari kehidupan Dou Dompu,” ujarnya.
Dengan adanya PPKD ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dompu akan memprioritaskan inventarisasi dan pemetaan kembali melalui program Dompu Berbudaya: Satu Desa, Satu Warisan Budaya.
“PPKD menjadi dasar kita untuk melangkah. Dari 240 ini akan kita pilah mana yang unggulan setiap desa untuk kita tetapkan sebagai identitas, kita bina, kembangkan dan lindungi secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Katanya, Disbudpar Kabupaten Dompu mengungkapkan, inventarisasi dan pemutakhiran data pokok-pokok kebudayaan daerah sebenarnya dilakukan setiap tahun. Namun upaya tersebut diakui masih terkendala keterbatasan anggaran.
Pihaknya sudah mengusulkan anggaran khusus untuk Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) melalui APBD 2026, namun belum lolos.
“Kami sudah mengusulkan anggaran untuk PPKD lewat APBD 2026, tapi belum lolos. Demikian juga lewat APBD Perubahan 2026 kami sudah mengusulkan tapi tidak sampai terealisasi,” ungkap Dedy.
Padahal, kata dia, pemutakhiran data sangat penting untuk melihat kondisi riil 240 jenis kebudayaan yang masuk dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Mana yang masih hidup, berkembang, atau terancam punah.
Meski anggaran belum tersedia, Disbudpar memastikan akan tetap mengupayakan pemetaan budaya berbasis desa dengan sumber daya yang ada, sambil terus mendorong dukungan anggaran agar program Dompu Berbudaya: Satu Desa, Satu Warisan Budaya bisa berjalan maksimal. (Fr).






