Dompu – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tersambung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Dompu (AMRD) di depan gedung DPRD Senin (1/9/2025) siang, berlangsung damai. Meski sempat diwarnai aksi lempar botol air mineral ke arak kantor dewan.
Sebanyak 300 personil dari Kepolisian Resor (Polres) Dompu disiagakan untuk mengamankan aksi demontrasi. Selain itu personil gabungan dari TNI Kodim 1614 Dompu, Brimob Kompi 2 Yon C, dan Sat Pol PP ikut memperkuat tameng pertahanan pengaman aksi.
Sebelum menggelar orasi mimbar bebas di depan DPRD, demonstran berkumpul di Masjid Raya Dompu. Dari sana, mereka mulai berangkat dengan jalan kaki sambil berorasi sepanjang perjalanan hingga di kantor dewan.
Setelah melakukan orasi secara bergiliran di depan kantor DPRD, massa yang awalnya menuntut agar ditemui oleh seluruh anggota DPRD dan Bupati Dompu akhirnya berdialog dengan pimpinan legislatif dan eksekutif itu. Setelah sekitar satu jam dialog berlangsung, massa membubarkan diri secara tertib.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terciptanya situasi yang aman selama aksi berlangsung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi, organisasi kemahasiswaan, tokoh pemuda, serta unsur Forkopimda yang telah bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kabupaten Dompu. Ini adalah bentuk kematangan demokrasi yang patut kita jaga bersama,” ujar Kapolres.

Kapolres Dompu, Sodikin juga menyampaikan apresiasinya terhadap massa aksi yang telah mau melaksanakan aksi solidaritas secara tertib dan damai. Masyarakat Dompu membuktikan dirinya sebagai warga yang solid dan taat akan aturan yang berlaku.
“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat dan mahasiswa Dompu karena sudah melakukan aksi secara damai hari ini,” tuturnya.







