Dompu – Empat orang siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikembalikan ke orangtuanya usai diketahui sering melakukan aksi pencurian di dalam lingkungan sekolah.
Keempatnya diduga telah berkali-kali mencuri bensin motor teman-temannya sejak bulan Agustus 2025. Tak hanya itu, mereka juga mencuri helm, kaca spion hingga uang.
“Sudah kami kembali ke orang tua sejak satu pekan yang lalu,” kata Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Dompu Dewi Kurniasih saat ditemui Kamis (16/10/2025).
Dewi mengatakan, aksi empat sekawan itu terakhir terjadi pada Kamis (2/10/2025) lalu. Aksi mereka terekam kamera ponsel saat mengurus bensin sepeda motor siswa di area parkir menggunakan selang yang sebelumnya mereka bawa.
Berdasarkan hasil video itu lanjut Dewi, pihak sekolah melakukan penyelidikan dan mendapatkan puluhan laporan dari siswa maupun guru yang kehilangan helm, kaca spion bahkan uang di sepeda motor mereka.
“Ternyata banyak laporan yang kami terima yang mengarah kepada mereka sehingga sekolah memutuskan keempat siswa dikembalikan ke orang tua,” jelasnya.
Dalam setiap aksinya, keempatnya memiliki peran yang berbeda-beda mulai dari mengawasi orang lain, membuka jok motor serta eksekutor inti (menyedot) minyak sepeda motor.
Dewi mengungkapkan, sebelum dikembalikan ke orangtua, keempat siswa kelas IIX (12) itu sudah dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Namun perbuatan mereka masuk dalam pelanggaran berat dalam aturan sekolah yang sanksi nya harus dikembalikan kepada orang tua.
“Berungkali mereka lakukan pencurian di sekolah. Sering selama tiga bulan terakhir sejak Agustus. Kategori yang mereka lakukan adalah pelanggaran berat dan istimewa,” tutur Dewi.
Alasan keempat orang siswa itu nekat mencuri di dalam lingkungan sekolah hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Hasil curian bensin digunakan untuk sepeda motor mereka.
Meski sudah mengembalikan kepada orangtua, pihak sekolah masih memiliki tanggungjawab kepada keempat muridnya yakni menunggu pihak sekolah lain yang mampu menerima mereka untuk dibuatkan surat mutasi atau pindak sekolah. Perihal itu dilakukan agar mereka tidak putus sekolah. (Ig).







