Dompu – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu, mengadakan kemah budaya se- Nusa Tenggara Barat. Kegiatan itu menjadi warna baru dalam rangkaian Festival Lakey. Kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Lakey Desa Hu’u Kecamatan Hu’u itu dibuka oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus pada Jum’at (18/07/25).
Kemah budaya akan berlangsung selama 3 hari, yakni mulai dari 18-20 Juli. Sebanyak 520 orang penegak dan Pembina hadir dalam kegiatan itu. Mereka berasal dari 10 Kabupaten Kota se NTB.
Bupati Dompu Bambang Firdaus, mengungkapkan, perjuangan para pahlawan terdahulu sangat besar. Perjuangan itu akan menjadi sia-sia apabila tidak dilanjutkan dengan mengisi pembangunan di berbagai bidang.
Menurut Bupati Bambang, melanjutkan pembangunan, haruslah diisi dengan anak muda yang energik, cerdas, kuat dan bermental kesatria.
“Saya yakin dan percaya semua itu ada pada anak-anakku (Kader Pramuka) yang berdiri di depan saya yang sudah diuji berbagai macam situasi dan kondisi,” ungkapnya saat membuka kegiatan.
Bupati Bambang mengungkapkan, perkemahan budaya pada momentum Festival Lakey bukan hanya sekedar berkumpul dan mendirikan kemah semata, akan tetapi sarat dengan esensi.
“Nilai dari kegiatan kemah ini adalah sebagai wadah untuk membentuk jati diri, menempa sikap dan mental menyongsong masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Lebih lanjut Bupati Bambang mengatakan, visi Kabupaten Dompu salah satunya adalah Berbudaya. Dalam kegiatan Festival Lakey akan ada pertunjukan tarian kolosal Ou Balumba yang akan diikuti oleh ribuan orang.
Tarian Ou Balumba tidak hanya bukan hanya sekedar untuk memeriahkan festival atau memecahkan rekor Muri, akan tetapi lewat sebagai ajang untuk mengenalkannya kepada dunia.
“Momentum ini kita akan mengenalkan pada generasi muda dan masyarakat Indonesia dan Dunia bahwa Dompu punya budaya, punya ciri khas yang harus dijaga dan di wariskan,” jelasnya. (Ig).






