Dompu – Bupati Dompu, Bambang Firdaus mengungkapkan nelayan dari Sulawesi pernah melakukan aktivitas Ilegal dengan menangkap ikan yang ada di laut Dompu. Perihal itu disampaikan bupati ketika menerima kunjungan kerja tim Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Selasa (7/4/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja bupati itu, Bambang juga mengutarakan kondisi para nelayan Dompu yang selama ini tertinggal pada peralatan penangkapan ikan. Nelayan Dompu harus bersaing dengan kapal-kapal besar dari luar daerah yang memanfaatkan potensi laut Dompu.
“Bayangkan, kapal-kapal tangkap dari luar bahkan dari Sulawesi datang menggarap potensi yang kami miliki. Padahal, komoditas seperti ikan tuna dan ikan tuna Bali sangat melimpah di sini. Kami memiliki sumber daya, hanya perlu dikelola dengan baik,” ucap Bupati Bambang.
Dalam kesempatan ini bupati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Dompu. Menurutnya,
program kampung nelayan dinilai mampu mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir.
Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Dompu memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa. Menurutnya Dari delapan kecamatan yang ada, seluruhnya memiliki garis pantai dan potensi perikanan yang mencakup 81 Desa dan Kelurahan.
Dia menambahkan, kondisi saat ini menuntut adanya peningkatan daya saing agar masyarakat lokal tidak terus terpinggirkan dan mendapatkan nilai tambah dari hasil laut mereka sendiri.
Bupati dalam kesempatan ini juga menyampaikan harapan untuk mendapatkan dukungan pemerintah provinsi maupun pusat untuk pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Dompu.
“Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi hendaknya dapat terus hadir memperhatikan berbagai potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Dompu,” ujarnya.
Dikatakannya, dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas program, namun juga menyentuh aspek perbaikan fasilitas, manajemen pengelolaan, hingga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para nelayan.
“Kami sangat berharap program-program dimaksud terus hadir. Potensi kami ada, tinggal bagaimana Bapak-Ibu sekalian melihat dan membaca peluang tersebut untuk dikembangkan,” harapnya.
Lebih jauh Bupati Bambang mengatakan, semua program presiden yang dijalankan oleh pemerintah daerah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Saya berkomitmen penuh dan akan bersikap proaktif. Saya akan turun langsung melihat, meninjau dan memastikan pelaksanaannya. Jangan sampai program baik ini terhambat oleh dinamika di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amiruddin, menyebutkan petugas dari Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkunjung bertujuan melaporkan kepada Bupati terkait rencana survei lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih yang telah diusulkan.
Menurutnya jumlah lokasi yang akan disurvei oleh tim dimaksud sebanyak 12 titik dengan durasi kegiatan 10 hari kerja. Dalam kesempatan itu, Amiruddin menjelaskan usulan lokasi Program Kampung Nelayan yang disampaikan Kabupaten Dompu.
Adapun lokasi tersebut terdiri dari, Desa Hu’u kecamatan Hu’u, Desa Jambu Kecamatan Pajo, Desa Soro Kecamatan Kempo, Desa Tolokalo Kecamatan Kempo. Desa Pekat Kecamatan Pekat, Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Desa Kramat Kecamatan Kilo,
Desa Malaju Kecamatan Kilo.
Berikutnya Desa Bara Kecamatan Woja, Desa Mumbu Kecamatan Woja,
Desa Mbawi Kecamatan Dompu, dan Desa kwangko Kecamatan Manggelewa. (Fr).







